Rabu, 18 Februari 2015

Untung Besar Bisnis Jajanan Pasar dan Kue Ulang Tahun



Untung Besar Bisnis Jajanan Pasar dan Kue Ulang Tahun 

Oleh : Siti Nuraisyah Dewi, Fikri Halim

Ide usaha ini berawal dari menyiapkan bekal makanan sekolah keponakan.


Ada beberapa orang yang berpendapat memulai usaha adalah hal yang sulit, namun tidak bagi Nur Hulam (25 tahun). 

Dia menganggap, bahwa memulai sebuah usaha adalah hal yang mudah. Dia sudah mulai merintis usaha sejak empat tahun lalu pada 2011, bekerja sama dengan kakaknya Siti Markhamah (29 tahun).

Usahanya ini diberi nama Mamanata Cake and Bakery yang berlokasi di Jalan Pejaten Barat 4 Nomor 20F Jakarta Selatan. 

Usaha dengan jenis "home-made production" ini menjual berbagai produk makanan kreatif yang sangat beragam dan yang pasti kualitasnya tak kalah dengan produk-produk lain.

"Yang kami jual di antaranya mulai dari kue, pasta, spagetty, makaroni skutel, cake ulang tahun, rollcake, dan juga seperti jajanan pasar yang dimodifikasi rasa, misalnya gorengan, piscok dan lainnya" ungkap Hulam kepada VIVA.co.id, Jumat 6 Februari 2015.

Menurut Hulam, asal mula usahanya ini adalah berawal dari kisah bekal makanan ponakannya. 

"Ide ini berawal dari ponakan saya ketika masuk TK, waktu itu ada acara bazar, untuk mengajarkan anak menjadi pembeli dan penjual," terangnya.

Waktu itu, Nur Hulam dan kakaknya membuat snack atau makanan yang cocok untuk anak-anak.

"Waktu itu saya bikin burger mini, pasta, dan spagetty. Ternyata respons dari pembeli saat itu luar biasa, baru buka setengah jam, jualan sudah ludes terjual, sampai ada beberapa anak yang menangis karena tidak kebagian," jelasnya.

Sejak saat itu, kata dia, keponakannya sering dibekali makanan untuk sekolah dengan makanan yang mempunyai tampilan yang lucu dan enak rasanya. 

"Hal ini menjadikan teman-teman ponakan saya ingin dibekali oleh orang tuanya bekal yang sama dengan bekal ponakan saya, berangkat dari hal ini, snack/makanan buatan saya dan kakak makin dikenal di sekolah ponakan saya, dan menjadi bahan perbincangan ibu-ibu yang ikut menunggu anaknya sekolah. Akhirnya, ibu-ibu pun ikut pesen bekal makanan ke saya untuk bekal sekolah anaknya," paparnya.

Hulam, sapaan akrabnya, saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa di sebuah Kampus Motivator yang bernama Kahfi BBC Motivator School setara D-3 di daerah Bintaro. Sementara, kakaknya berprofesi sebagai sebagai juru masak di perumahan Pondok Indah.

Hulam mengaku dia terinspirasi oleh almarhum Bob Sadino. "Saya setuju dengan pernyataan Alm. Bob sadino, bisnis yg baik itu bukan yg ditanyakan terus, tetapi dibuka dan dijalankan. Almarhum Bob sadino adalah salah satu inspirator saya," jelas hulam.

Hulam menerangkan, bahwa jualannya adalah by order (produksi ketika ada pesanan). Hal ini, menurutnya, efektif karena tidak ada produk yang tidak terjual. "Tidak ada yang mubazir," ujar pengagum Bon Sadino ini.

Namun, ternyata, bisnis yang katanya "bisnis sampingan" ini beromzet dalam jumlah yang signifikan, sehingga sangat mungkin dijadikan bisnis serius.

"Untuk omzet masih di kisaran Rp8 sampai 9 juta per bulan dan laba bersih saya kisaran Rp3 sampai 4 juta," terangnya.

Dalam perjalanan mengelola usaha, dia mengaku, sedikit terkendala dengan manajemen waktu. 

"Ya, kendalanya manajemen waktu, berhubung ini usaha sampingan," katanya. 

Namun, dia punya strategi atau cara mengatasi kendala keterbatasan waktu tersebut, yakni dengan setiap hari bangun pada pukul 2 atau 3 pagi.

Kebanyakan pelanggannya, adalah kenalan atau orang tua murid dari teman ponakannya di TK dan SD, juga ada pesanan dari koleganya seperti kue ulang tahun spesial yang dia buatkan secara khusus.

Dia menargetkan, pada 2016 sudah memiliki tempat khusus untuk produksi dan display. "Saya nanti juga ingin punya karyawan minimal lima orang, di 2016," katanya. (ren)


(sumber dari web Viva.co.id)